Band Rock Tahun 80-an Masih Eksis hingga Saat Ini

Indonesia sendiri selau berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai musik, mulai dari kemunculan boyband, melayu, pop, hingga hip-hop menjadi salah salah satu tren yang booming dan menjadi hal yang populer di kalangan anak mudah indonesia. Seiring dengan perkembangan waktu musisi baru banyak bermunculan. Namun hal itu tidak membuat grup musik yang dahulu pernah sangat booming dan sudah lama eksis di belantika musik menghilang. Bahkan beberapa di antaranya masih berkarya hingga kini.

Musisi Rock di Era 80an 

Dalam artikel ini akan membahas beberapa musisi rock yang pernah tenar di era 80an dan masih tetap bertahan dengan karyanya hingga kini. Para musisi dengan karya karya mereka yang tak lekang oleh waktu. Berikut beberapa musisi Rock yang terkenal di Era 80an di antaranya:

1. Slank

Pada awal mulanya grup musik ini diawali dengan Bimo atau ‘Bimbim’ Setiawan Almachzumi, beliau adalah salah seorang drummer dari band Cikini Stones Complex (CSC). Band yang membawakan lagu-lagu dari Rolling Stone. Saat itu Bimbim merasa bosan dan pada akhirnya membubarkan CSC dan pada tahun 1983 membuat grup musik kembali dengan nama Red Devil yang pada saat itu beranggotakan Kiki (gitar), Erwan (vokal), Denny (bas gitar) dan Bongky (gitar). Pada setiap penampilannya band Red Devil sendiri lebih sering membawakan lagu-lagu dari band rock seperti Van Hallen dan juga Rolling Stone. Namun, mereka merasa jika tingkah para personil dari lagu-lagu yang mereka bawakan, yaitu Van Hallen dan Rolling Stone justru tak pernah mirip dengan versi aslinya dan cenderung berbeda. Pada saat itu munculah nama Slank yang pada akhirnya tercetus saat itu, untuk menggantikan nama sebelumnya Red Devil karena nama tersebut dianggap lebih cocok dengan kepribadian para personilnya. Saat mengumumkan untuk mengganti nama, Slank pun pertama tampil secara perdana dengan nama Sbobet  panggung tersebut di festival band KMSS di Istora Senayan, Jakarta Selatan. Dengan melakukan berbagai macam perombakan, band slank tanpa satupun album Slank pada saat itu akhirnya menelurkan sebuah album perdana dengan tajuk ‘Suit-Suit He.. He.. Gadis Sexy’ pada tahun 1989, dengan tambahan formasi ke-13, kaka sebagai vokal, Bimbim sebagai drum, Bongky di bas dan, pay gitar dan indra di keyboard. Setelah saat itu slank merilis album sejak tahun 1989 hingga tahun 1996, Slank dengan formasi ke-13 akhirnya hancur karena personilnya menggunakan narkoba, yang pada saat itu narkoba sedang marak digunakan oleh anak-anak remaja. Pada saat itu dengan masih di bawah pengaruh candu putau, bimbim pad saat itu menagambil salah stau langakah sepihak yaitu dengan cara memecat Bongky, juga Indra Q, dan Pay. Pada tahun 1997 saat Slank hanya berjalan dengan dua personil grup ini mengeluarkan album kembali ‘ Lagi sedih’.

Hingga satu tahun lamanya Bimbim dan juga Kakak tak mempunyai semangat untuk bermusik lagi, dan meneruskan karir slank pada saat itu, bahkan kedua personil itu memutuskan untuk membubarkan slank di tahun 1997. Pesan dari tinta darah saat itu adalah salah satu hal yang membuat Bimbim terenyuh dan pada saat itu akhirnya urung membubarkan Slank. Di tahun 1998 Slank kembali hidup dengan mengeluarkan album ke tujuh mereka bersama dengan personil baru Ivan bas gitar, Ridho sebagai gitar, dan Abdee gitar, yang pada saat itu tergabung menjadi formasi ke-14. Hingga kini, band Slank sendiri masih eksis dan terus mengudara dan juga para Slankers, untuk sebutan bagi penggemar mereka, semakin hari semakin kian bertambah banyak. Bermula dari sebuah gaya hidup para personel yang pada saat itu berubah 180 derajat, hingga kini Slank menjadi salah satu band yang aktif sangat aktif mendukung berbagai kegiatan sosial, seperti halnya anti rokok, mendukung KPK, dan juga ikut kelestarian botani laut.

2. God Bless

Band yang yang pulang ke Indonesia setelah beberapa waktu menetap di Belanda Personil band ini Ahmad ‘Iyek’ Albar dan juga Ludwig Lemans pada saat itu mulai berpikir untuk membuat sebuah band rock, yang ada saat itu dan terinspirasi pada band-band rock di era 70-an di Eropa. Pada tahun 1973, band God Bless akhirnya terbentuk dengan formasi yaitu awal Iyek sebagai vokal, Ludwig gitar, Fuad Hassan sebagai drum, Yockie Suryoprayogo sebagai keyboard dan juga Donny Fattah sebagai bas gitar. Setelah pada saat itu Yockie sendiri memutuskan untuk hengkang dari grup band yang pada saat ini mulai saat terspojor di industri musik indonesia. Fuad Hassan dan juga Soman Lubis keyboardist yang pada saat itu menggantikan posisi Yockie, kemudian meninggal dunia karena sebuah kecelakaan di tahun 1974. Kepergian mereka membuat prose pengerjaan ini tertundah untuk beberapa waktu dan album seperti self-titled perdana mereka yang pada akhirnya baru rampung di tahun 1975. Saat memasuki era 80an, formasi band ini semakin kian mantap setelah Abadi Soesman masuk ke band tersebut untuk menggantikan mendiang Soman Lubis. Kombinasi dalam band tersebut yang baru sukses membuat God Bless lancar untuk dapat merampungkan album keta itu album Cermin tersebut dinilai terlalu idealis dan kurang cocok dengan milik mereka yang pada saat itu bertajuk ‘Cermin’. Namun pada san era tersebut karena pada saat itu di indonesia sedang gemar mendengarkan lagu pop ballad, band ini pun bahkan sempat kelimpungan untuk dapat menggarap album mereka menjadi musik yang lebih atraktif. Sebelum pada akhirnya merilis sebuah album bertajuk ‘Semut Hitam’pada 1989.

Album ‘Semut Hitam sendiri menjadi awal kesuksesan dari God Bless di blantika musik indonesia. Dengan nuansa musik progresif rock yang sangat rumit, liriknya yang bertemakan sosial, serta melodi gitar yang indah hasil karya Ian Antono membuat karya-karya yang diciptakan band ini dapat sanat diterima di indonesia. Bahkan pada saat itu God Bless banyak digunakan sebagai salah satu lagu wajib di kompetisi band di era 80-90-an. Namun, sejak tahun 2002 band ini juga sempat tersendat karena saat itu Iyek menggunakan narkoba. Dan pada tahun 2007 iyek sendiri beserta anaknyaa Fachri Albar, tertangkap oleh pihak berwajib dikarenakan kasus kepemilikan narkoba dan pada saat itu nasib God Bless pun benar-benar habis. Pada saat itu setelah Iyek keluar dari penjara di tahun 2008, God Bless sendiri baru bisa mulai untuk berkarya kembali. Pada tahun lalu God Bless sendiri sukses menelurkan album ketujuh milik mereka yang mereka beri nama ‘Cermin 7’. Pada tahun tersebut juga God Bless mempunyai rencana untuk melangsungkan sebuah konser tunggal dengan tujuan untuk merayakan ulang tahun mereka ke-45. Mereka pada saat itu akan berkolaborasi dengan Sys NS. Namun, sayangnya pada 23 Januari lalu Sys meninggal dunia hingga saat ini rencana untuk melangsungkan konser tersebut belum terlaksana hingga kini.

3. Roxx

Roxx sendiri pada saat itu mulai terbentuk pada atahun 1987 meeurpakna hasil pengapaunahna dia dua band rock lawas yaitu Navy Punk dan juga Skull. Band ini terbentuk dengan formasi awal Trison sebagai vokal, Jaya sebagai gitar, Iwan sebagai gitar, Tony sebagai bas gitar, dan Arry sebagai drum. Band Roxx sendiri mulai dikenal sebagai sebuah band yang gemar dan sering membawakan lagu-lagu glam rock seperti milik Motley Crue, Def Leppard, dan juga Whitesnake. Band yang pada saat itu ingin menemukan identitas dari band-band rock yang sudah ada di masa itu. Pada saat itu Ary sang drummer mereka membuat sebuah ide gila dengan neganti snare gita snare drum-nya dengan sebuah snare marching band yang lebar. Dan pada saat itu mereka mulai membawakan lagu-lagu dari beberapa band thrash metal, seperti halnya Metallica, Anthrax, dan juga Testament. Dari ide gila Arry inilah yang dipercaya sebagai salah satu dari awal dimulainya scene musik underground yang ada di Indonesia. Band yang pada saat itu baru merilis satu lagu yang berjudul ‘Rock bergema’ di tahun 1989, band ini sudah berani mengikuti Festival Rock Log Zhelebour. Dengan sebuah aksi panggung dari Arry yang pada saat itu sangat unik sukses membuat Roxx ini memenangkan Festival musik tersebut. Dan mendapatkan sebuah kesempatan untuk dapat merampungkan album mereka self-titled pada tahun 1992. Pada saat itu band berhasil merampungkan dua album milik mereka, dan Army kemudian meninggal dunia di tahun 1999. Kepergaian sang drumber eksentrik ini menuat nasib Roxx kian teromabang-ambing. Diikuti dengan Trison yang pada saat itu memutuskan untuk hengakah bersama dengan Edabe senggakan untuk jaya bertemu dengan ahmad Dhani dan kemudian membentuk sebuah band grunge bernama Ahmad Band. Band ini baru kembali lagi ke belantika musik indonesia di tahun 2004. bersama dengan rilisnya album mereka yang bertajuk ‘Bergema Lagi’. Pada saat itu Roxx mereka sengaja tidak merangkul pemain drum baru dikarenakan untuk mengenang kepergian mendiang Arry.

Itulah beberapa band yang karya dan lagu-lagu rock nya masih didengarkan oleh para penggemarnya hingga saat ini. Karya-karya mereka yang abadi membuat para musisi tersebut tidak terlupakan dan selalu mempunyai tempat tersendiri di hati para penggemarnya.