Sejarah Masuknya Sebuah Genre Rock ke Indonesia

Sebuah musik sudah lama sekali menjadi sebuah bagian  dari kehidupan banyak nya orang. Musik itu sendiri pun menjadi salah satu sebuah hiburan yang sering orang lain lakukan selain mencari hiburan dari smartphone atau televisi. Tapi kalian tau tidak sih musik sebenarnya?

Musik itu adalah sebuah suara yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga disini mengandung sebuah irama, lagu, nada dan sebuah keharmonisan dari suara-suara yang dihasilkan oleh alat-alat yang dapat menghasilkan sebuah musik.

Di dunia ini itu ada banyak sekali jenis musik yang enak kita dengarkan, misalnya itu ada mpo slot musik dangdut, ada musik pop, ada jazz, ada juga reggae, ada hip hop, dan ada juga rock.

Musik rock ini sendiri adalah jenis genre musik yang hadir pada pertengahan tahun 40-an dan juga hadir tahun 50-an.

Sejak Kapan Musik Rock Masuk ke Indonesia

Di Indonesia sendiri musik rock ini itu mulai masuk pada tahun 1950-an saat itu sedang muncul nya Elvis Presley. Musik rock yang dibawakan Elvis Presley ini sampai pecah ke seluruh dunia termasuk juga di Indonesia, yang setelah itu disusul dengan datang nya The Beatles dan juga Rolling Stones pada tahun 1960-an di Inggris zaman itu.

Denny Sakrie di dalam buku yang buat yang berjudul “ 100 Tahun Musik Indonesia” menyebutkan bahwa anak-anak muda yang kaumnya menengah ke atas pasti mengenal lagu-lagu rock yang pada zaman itu melalui piringan hitam. Selain adanya piringan hitam, lagu nya seperti Chuck Berry, Carl Perkins dan juga Bill Haley dapat juga didengar melalui radio saat radio mulai memutarkan lagu rock, radio tersebut yang berada di luar negeri seperti ABC Australia dan juga Hilversum di Belanda dan ada juga di Voice of America.

Dari Mana Lagu Rock Mulai Terkenal di Indonesia

Ternyata tidak hanya lewat lagu saja tetapi ada film musikal yang saat itu berjudul “Rock Around the Clock” film itu tayang pada tahun 1956 yang saat itu menampilkan sebuah musisi Bill Haley and His Comet pada saat inilah menjadi sebuah jembatan awal mula perkenalan anak muda dengan musik yang bergenre rock. Dengan kecintaan nya anak muda ini terhadap lagu-lagu rock tersebutlah dimanifestasikan dalam bentuk orkes-orkes ini adalah sebutan dari band waktu dahulu, yang membawakan sebuah lagu dengan ritmik yang bercampur dengan rhythm dan juga blues serta gabungan dari county.

Pada lagu-lagu rock yang ada saat tahun itu selalu saja lagu baru, para musisi itu sering sekali membawakan sebuah lagu lama dengan kemasan yang rock n roll. Misalnya itu lagu bertemakan keroncong, Bengawan Solo yang diciptakan pada tahun 1940 diciptakan oleh Gesang, dan saat itu dinyanyikan kembali dengan menggunakan irama rock n roll oleh Oslan dan juga diiringi orkes Irama Cubana Teruna Ria.

Melihat hal ini itu ada seseorang pengarsip sebuah musik dari Irama Nusantara David Tarigan mengatakan bahwa lagu yang direkam sekitar tahun 1958 akan menjadi salah satu bukti bahwa para musisi pada saat itu sangat berupaya memainkan sebuah musik yang sekarang menjadi sebuah tren global pada era nya. Lalu ia menambahkan sajak kehadiran dari Elvis Presley, musik rock telah mengubah kultur nya anak muda. Cara pendengar nya itu mengapresiasikan sebuah musik yang saat itu belum fanatik. Rock hadir sebagai sebuah paket yang sangat lengkap dan tidak hanya didunia musik dan lirik saja tetapi memiliki gayanya tersendiri.

Pada saat itu David mengatakan bahwa di negara bagian Barat, pada saat itu anak muda tidak mempunyai musik bagi generasinya, dan mereka itu cenderung mendengarkan musik yang sama dengan orang tua nya itu dengarkan, karena dalam hal itu mereka dianggap bahwa tidak memiliki uang untuk mereka membeli rekaman musik untuk mereka dengarkan, maka dari itu mereka hanya mendengarkan musik yang orang tua mereka dengarkan saja.

Sampai ketika saat pertama kalinya Bill Haley mengeluarkan sebuah single rock n roll yang pertama pada saat itu tahun 1951 dengan membawakan ulang lagu yang berjudul “Rocket 88” yang ternyata saat itu sangat di sukai oleh publik yang ada di Amerika. Saat itu Bill Haley menjadi sebuah tonggak sejarah pada rock n roll pun telah mencetak rekor dengan lagu yang dibawakan berjudul “Rock Around the Clock” dan telah berhasil menjual sekiranya 25 juta keping.

Sejak saat itulah para anak muda merasakan bahwa musik rock n roll itu akan menjadi musik yang sangat mewakili kalangan mereka.

Musik Rock Mengubah Kultur

Musik rock itu tidak hanya merubah kultur saja dalam menikmati sebuah musik nya, rock juga menjadikan anak muda sebagai sebuah target untuk memasarkan sebuah musik yang genre rock, dalam hal ini sudah mulai merambah ke Indonesia. Selain, Bill Haley dan juga Elvis Presley, anak-anak muda yang ada di Indonesia juga mulai mendengarkan musik rock instrumen dari sebuah band yang lainnya seperti Shadows yang asalnya itu dari Inggris.

Bedanya itu jika Bill dan Elvis adalah sebuah solois sedangkan The Shadows yang sebelum nya itu bernama The Drifters adalah sebuah band yang pengiring untuk seorang penyanyi Cliff Richard pada tahun 1958 hingga pada tahun 1960-an yang saat itu memberikan sebuah tren musik yang sangat luar biasa di kawasan Asia Tenggara.

Lewat tren inilah muncul sebuah grup musik yang memiliki instrumental bernama Eka Sapta pada tahun 1960-an. Grup musik dari Eka Sapta ini terdiri dari beberapa member, yang pertama itu ada Bing Slamet, ada Ireng Maulana, ada Idris Sardi, ada juga Itje Kumaunang, ada Benny Mustapha, ada juga Darmono serta yang terakhir itu ada Kamid, grup ini mengawali rekamannya dengan gaya musik yang sama dengan The Shadows dan juga sama dengan The Ventures.

Theodor KS menyebutkan dalam sebuah bukunya yang saat itu berjudul “Rock n Roll Industri Musik Indonesia” mengatakan sesuatu bahwa ada kelompok yang mengiringi sebuah penyanyi solo baik itu di atas panggung atau di studio rekaman sama seperti Rima Melati, Suzanna, Vivi Sumanti, LIlis Suryani dan juga Yanti Bersaudara. Tidak hanya grup band dari The Shadows saja tetapi juga ada dari duo musisi yang berasal dari Amerika yaitu The Everly Brothers yang pada saat itu menjadikan sebuah patokan untuk menjadi musisi Indonesia. Hal ini tercerminkan dari cover album-album yang awalnya itu Koes Bersaudara yang saat itu hanya menampilkan Yok dan Yon Koeswoyo, sama seperti album nya dari The Everly Brothers yang saat itu juga menampilkan Don Everly dan juga Phil Evely.